Perubahan dalam ritme pemerintahan yang bergerak cepat selaiknya sejalan dengan pengembangan kapasitas aparatur negara. Sebagai salah satu misi Lembaga Administrasi Negara untuk mewujudkan Inovasi Administrasi Negara yang berkualitas melalui pengembangan model inovasi serta penguatan kapasitas budaya inovasi, maka jejaring kerja terus dikembangkan ke wilayah timur Indonesia. Perubahan inilah yang diantisipasi oleh Lembaga Adnimistrasi Negara Republik Indonesia Indonesia (LAN RI) melalui Pusat Pelatihan dan Pengembangan dan Kajian Manajemen Pemerintahan (Puslatbang KMP) Makassar dengan menyelenggarakan penandatangan nota kesepahaman terkait penguatan kapasitas pemerintah.

Acara penandatanganan yang dirangkaikan dengan pembukaan Pelatihan Kepemimpinan Nasional Tingkat II Angkatan VII dilaksanakan di Aula Hasanuddin Puslatbang KMP, Jl. Raya Baruga No. 48 Makassar, pada hari kamis, 25 Maret 2021. Acara ini dihadiri langsung oleh Kepala LAN RI, Dr. Adi Suryanto, M. Si beserta 4 kepala daerah yakni, Walikota Baubau, Dr. H. AS Tamrin, MH., Bupati Pangkajene dan Kepulauan, H Muhammad Yusran Lalogau S.Pi Msi, Wakil Bupati Luwu Utara, Suaib Mansur, ST, M. Si serta Bupati Buton Selatan, H. La Ode Arusani.

Dalam sambutan yang dibawakan oleh Wakil Bupati Luwu Utara, Suaib Mansur, ST, M. Si, beliau memaparkan kondisi Kabupaten Luwu Utara setelah dilanda bencana banjir. Kemampuan pemerintah dalam mengelola perbaikan terus diuji dan oleh karenanya diperlukan perbaikan kapasitas untuk mneingkatkan kualitas pelayanan. Beliau juga menyebutkan harapan dengan adanya kerjasama ini akan meningkatkan jumlah inovasi yang akan lahir dan bisa berdampak pada efektifitas dan efisiensi penyelenggaraan pemerintahan.

Harapan yang sama juga dikemukakan oleh Walikota Baubau, Dr. H. AS Tamrin, MH. Dengan penandatanganan nota kesepahaman ini, diharapkan akan pelaksanaan jalannya pemerintahan dapat semakin berkualitas. Salah satu poin dalam nota kesepahaman ini adalah penyelenggaraan kegiatan kajian kebijakan, inovasi, pelatihan dan pengembangan kompetensi dan pendidikan tinggi. Poin inilah yang menjadi kata kunci kolaborasi dan sinergitas yang akan dicapai selama 5 tahun kedepan.

Kolaborasi dan saling belajar juga menjadi kata kunci yang dipaparkan oleh Kepala LAN RI, Dr. Adi Suryanto, M. Si dalam sambutannya. Beliau menegaskan bahwa kolaborasi sangat penting untuk mencapai tujuan bersama yakni pelaksanaan pemerintahan yang efektif.

”Nota Kesepahaman ini diharapkan menjadi langkah proses pendampingan inovasi sektor publik untuk memperbaiki layanan publik kepada masyarakat. Melalui Nota Kesepahaman ini juga diharapkan para pemimpin daerah bisa menghasilkan inovasi yang berkesinambungan dan saling mendukung satu sama lain,” tambah Dr. Adi Suryanto, M. Si.

Proses penandatanganan nota kesepahaman dilakukan langsung oleh Kepala LAN RI, Dr. Adi Suryanto, M. Si didampingi oleh Kepala Puslatbang KMP LAN RI, Dr. Andi Taufik, M.Si dan Kepala BPSDM Provinsi Sulawesi Selatan dan disaksikan langsung oleh peserta PKN Tingkat II dan pejabat publik tiap kabupaten dengan menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19.