Plt. Asisten II Kabupaten Mimika Buka Sosialisasi Trainning Needs Assement (Analisis Kebutuhan Pengembangan Kompetensi) ASN
Mimika — Plt. Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Kabupaten Mimika, Bapak Frans Kambu, S.Sos., M.Tr.I.P, secara resmi membuka kegiatan Sosialisasi Training Needs Assessment (Analisis Kebutuhan Pengembangan Kompetensi) yang berlangsung di Ruang Rapat Distrik Mimika Baru.
Kegiatan ini dihadiri oleh Ibu Betty Iriani Suebu, SE, Kabid Pengembangan Kompetensi SDM BKPSDM Mimika, perwakilan dari Satuan Polisi Pamong Praja, para Kasubag Kepegawaian dari berbagai Organisasi Perangkat Daerah, serta staf dan PPPK di lingkungan Pemerintah Kabupaten Mimika.
Dalam sambutannya, Bapak Frans Kambu menyampaikan bahwa pengembangan kompetensi ASN merupakan prioritas penting dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik dan mendukung pembangunan daerah. Ia menekankan bahwa ASN Kabupaten Mimika harus terus meningkatkan kapasitas dan kemampuan agar mampu beradaptasi dengan dinamika perubahan yang semakin cepat.

“ASN harus bekerja bukan karena jabatan, tetapi karena tanggung jawab dan komitmen untuk memajukan daerah,” tegasnya. Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa profesionalisme dan integritas tetap menjadi landasan utama dalam menjalankan tugas pemerintahan.
Sementara itu, Kabid Pengembangan Kompetensi SDM, Ibu Betty Iriani Suebu, menjelaskan bahwa melalui kegiatan sosialisasi ini diharapkan perangkat daerah dapat memahami langkah-langkah penyusunan Trainning Needs Assement (Analisis Kebutuhan Pengembangan Kompetensi) secara terukur dan tepat sasaran dengan demikian, perencanaan pelatihan bagi ASN dapat dilakukan secara efektif sesuai kebutuhan organisasi.
Trainning Needs Assesment (Analisis Kebutuhan Pengembangan Kompetensi /AKPK) merupakan salah satu mandat penting yang dijalankan oleh Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI dalam upaya memperkuat kapasitas Aparatur Sipil Negara di seluruh Indonesia.
Pusjar SKMP LAN Makassar dalam rangka mendukung mandat tersebut serta sebagai instansi pembina dikawasan Timur Indonesia memiliki tugas memastikan bahwa setiap proses pengembangan kompetensi dilakukan secara terencana, sistematis, dan sesuai kebutuhan organisasi pemerintah.
Sebagai bagian dari tugas dan fungsinya, Pusjar SKMP dalam hal ini diwakili oleh Lydia selaku Analis Pengembangan Kompetensi melakukan sosialisasi terkait Trainning Needs Assesment di Kabupaten Mimika diharapkan dengan adanya sosialisasi ini dapat memberikan pemahaman pada pentingnya melakukan AKPK serta penyusunan perangkat regulasi dan metodologi yang menjadi dasar penyusunan rencana pengembangan Kompetensi ASN yang tepat sasaran.
Dengan demikian, setiap instansi pemerintah dapat menyusun program pelatihan yang lebih efektif, terukur, dan berdampak langsung pada peningkatan kualitas pelayanan publik. Melalui penguatan implementasi AKPK di berbagai daerah dalam hal ini Kabupaten Mimika, Pusjar SKMP berharap seluruh ASN mampu mengembangkan kompetensi secara berkelanjutan dan responsif terhadap perubahan,berdampak nyata sehingga upaya reformasi birokrasi dan pembangunan nasional dapat berjalan lebih optimal.




