Keberlangsungan unit organisasi dalam pemerintahan ditentukan oleh bagaimana pelayanan kepada publik dilaksanakan. Dalam melakukan hal ini, pejabat administrator menjadi penentu awal bagaimana organisasi akan menjalankan pelayanannya kepada masyarakat dengan menentukan langkah-langkah pengendalian terkait pelayanan. Peran vital yang dimiliki oleh pejabat administrator inilah yang kemudian membuat Puslatbang KMP berupaya melahirkan pemimpin-pemimpin di tingkat administrator yang berkinerja tinggi serta mampu melayani publiknya dengan baik melalui Pelatihan Kepemimpinan Administrator (PKA) Angkatan I Tahun 2021. Pelatihan yang dilakukan secara blended learning ini dimulai pada Rabu, 2 Juni 2021, dan dibuka secara resmi oleh Sekretaris Utama (Sestama) LAN RI, Dra. Reni Suzana, MPPM., secara virtual.

Dalam arahannya kepada 40 peserta PKA yang berasal dari instansi pusat maupun daerah ini, Sestama LAN RI menjelaskan bahwa struktur kurikulum baru dari PKA diharapkan membuat peserta mampu mengaktualisasikan kapasitas kepemimpinan manajemen kinerja dan melayani lewat pengalaman best practices pengendalian kegiatan pelayanan publik. Selain itu, peserta juga diminta bersungguh-sungguh dalam mengaplikasikan segala pembelajaran yang diperoleh nantinya dalam pelaksanaan Aksi Perubahan Kinerja Pelayanan Publik yang disusun di akhir masa pelatihan.

“Kompetensi kepemimpinan manajemen kinerja dan melayani yang dibangun melalui PKA Angkatan I ini diharapkan akan melahirkan pemimpin yang mampu memenuhi harapan masyarakat dalam pelayanannya kepada publik, sehingga akan tercermin birokrasi yang efektif dan efisien dalam rangka memberikan pelayanan terbaik sesuai tugas dan tanggung jawab yang diembannnya,” pungkas Dra. Reni Suzana, MPPM.

Pelatihan Kepemimpinan Administrator Angkatan I Puslatbang KMP dilaksanakan secara blended learning dengan metode on campus dan off campus. Pada saat On Campus peserta melakukan pembelajaran jarak jauh (distance learning) secara virtual di tempat kedudukan masing-masing peserta; dan pada saat Off Campus yaitu peserta berada di instansi masing-masing atau Work from Home (WFH). Adapun pembelajaran klasikal akan diadakan di tahap akhir pelatihan yaitu pada tahap paparan hasil pelaksanaan Aksi Perubahan Kinerja Pelayanan Publik, dengan tetap melaksanaan protokol kesehatan pencegahan Covid-19 secara ketat.