Setelah 74 hari mengimplementasikan rancangan proyek perubahan di instansinya masing-masing, sebanyak 52 orang JPT Pratama peserta Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II Angkatan VIII kembali mengikuti fase on class dalam rangka mengikuti tahapan Seminar Implementasi Proyek Perubahan (1/10/2020). 39 orang dari total 52 peserta kembali ke Puslatbang KMP untuk mengikuti tahapan on class secara langsung, sementara 14 orang lainnya melaksanakan seminar secara daring di instansinya masing-masing.

Setelah ujian, dilaksanakan Upacara Pelepasan Peserta PKN Tingkat II Angkatan VIII (2/10). Kepala Lembaga Administrasi Negara RI, Dr. Adi Suryanto, M. Si, turut hadir melalui ruang virtual untuk secara langsung melepas para peserta pelatihan. Dalam sambutannya, Kepala LAN RI mengingatkan para alumni PKN Tingkat II Angkatan VIII bahwa JPT merupakan jabatan strategis dalam mendukung birokrasi yang progresif, responsif, dan partisipatif melalui tugas pelayanan publik, pemerintahan dan pembangunan yang diembannya. JPT diharapkan dapat menjadi designer, pendorong, inspirator, dan tauladan dalam organisasi.

“Saat ini semua unsur pimpinan terutama JPT harus mendorong cara-cara cerdas  dalam pengembangan kompetensi ASN. Kita harus terbiasa untuk menggunakan teknologi informasi dalam memudahkan pengembangan kompetensi. Model E-Learning harus kita dorong dan menjadi pilihan utama dalam pengembangan kompetensi ASN. Tidak lupa, ide inovasi yang dibuat dalam bentuk Proyek Perubahan tidak hanya diimplementasikan pada saat ikut pelatihan tapi juga harus dilanjutkan setelah selesai pelatihan, sebagaimana janji pada adanya rencana capaian jangka menengah dan rencana capaian jangka panjang,” tambah Dr.Adi Suryanto, M. Si.

Di kesempatan yang sama, Kepala LAN RI juga mengumumkan nama-nama peserta yang menjadi reformer terbaik selama pelatihan. Penghargaan kepada reformer terbaik kemudian diberikan secara langsung oleh Kepala Puslatbang KMP, Dr. Andi Taufik, M. Si. Adapun peserta yang berhasil mendapatkan prestasi tersebut adalah:
1. Peringkat 1 terbaik: Dr. Setya Nugraha, S.E, MIBA – Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan
2. Peringkat 2 terbaik: Iwan Agung Prasetyo, Ak., M.Ec.Dev., Ph.D – Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan
3. Peringkat 3 terbaik: Muhammad Fahri, S.Sos., M.Si. – Pemerintah Kabupaten Donggala
4. Peringkat 4 terbaik: Drs. Harwan Ekon Cahyo Wirasto, M.T. – Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif
5. Peringkat 5 terbaik: Haryanto, S.Sos., MM. – Pemerintah Kota Parepare